Gelombang Elektik Minang
Sentuhan keindahan budaya ranah Minang yang religius dan demokratis mencuri perhatian desainer rumah busana Shafira, Fenny Mustafa. Dengan paduan inspirasi dari gaya berbusana elegan para menak Parahyangan yang berselera aristokrat itulah Fenny menghadirkan koleksi-koleksi ‘Eclectic Wave’.
Pilihan tema ‘eclectic’ itu rupanya menggambarkan kolaborasi eklektik yang saling bertolak belakang. Antara hues shade dan tin yang kontras, antara warna bernuansa ringan dan solid colour. Ada pula paduan nuansa ringan dan berat, kasual dan gaun malam.
Sekitar 20 rancangan yang tampil dikembangkan dari aneka baju kurung. ”Saya kemudian memadukannya dengan tren gaya busana masa kini,” ujar Fenny.
Semua kolaborasi itu, kata Fenny, atas dasar keinginan untuk menyandingkan antara kesederhanaan dan kemewahan. ”Agar busana-busana yang saya hasilkan bisa menyentuh selera masyarakat. Tidak terlalu berat, tak juga ringan, namun tetap elegan,” ujar dia.
Fenny menitikberatkan pada kenyamanan bahan dan atribut yang menyertai seluruh rancangannya. Detail-detail indah pun mewarnai busana yang berada dalam persimpangan kesederhanaan dan kemewahan ini. Motif songket dan sulam sungkit khas Minang diangkat dalam bentuk detail border yang memberi batas indah pada ujung-ujung busana dan juga bordir yang tampak mewarnai di seluruh bagian busana terutama bagian dada.
Warna nuansa khas Minang, keemasan, dan spicy colour tak luput dari perhatian Fenny untuk mempersembahkan busana malam yang berkesan glamor.
Siluet yang ringan dalam balutan bahan dari sutra, katun, sifon, dan sutra menonjol dalam koleksi kali ini. Bentuk baju panjang dengan kerah menutup leher serta lengan yang lebar menguatkan kesan religius busana Fenny. Tak lupa potongan baby doll ikut diadopsi dalam beberapa rancangannya. Fenny memang tak mau lepas dari sentuhan khas busana Muslimah yang tetap menawan dan elegan.
sember : www.republika.co.id
Februari 4, 2008